How can we help?

Apa saja faktor yang harus dievaluasi dalam pengukuran kinerja ISO 9001?

Image Description
Khotima
  • 15 December 2025, 10:09
  • Updated
ISO 9001 mengharuskan organisasi untuk mengevaluasi kinerja melalui indikator mutu seperti tingkat kepuasan pelanggan, efisiensi proses produksi, serta tingkat kegagalan produk. Selain itu, audit internal dan tinjauan manajemen harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa sistem mutu terus berkembang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Was this article helpful?

93 out of 132 found this helpful

ISO 27001 menetapkan pendekatan berbasis risiko dalam mengelola keamanan informasi. Ini mencakup identifikasi aset informasi, analisis ancaman, serta penerapan kontrol keamanan yang sesuai. Dengan sistem ini, organisasi dapat mengurangi kemungkinan kebocoran data, serangan siber, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR dan UU Perlindungan Data.
Menentukan ruang lingkup sistem manajemen ISO harus mempertimbangkan faktor seperti produk, layanan, lokasi operasional, dan batasan proses yang akan disertifikasi. Organisasi juga perlu memahami persyaratan standar yang relevan dan memastikan bahwa ruang lingkup mencakup semua elemen yang diperlukan untuk memenuhi kriteria sertifikasi.
ISO 45001 dapat diintegrasikan dengan standar lain seperti ISO 9001 dan ISO 14001 melalui pendekatan sistem manajemen terpadu (IMS). Hal ini dilakukan dengan menyelaraskan kebijakan, prosedur, dan audit internal untuk menghindari duplikasi pekerjaan. Penggunaan struktur Annex SL dalam standar ISO membantu organisasi mengadopsi pendekatan yang lebih efisien terhadap kepatuhan dan peningkatan kinerja keselamatan kerja.
Ketidaksesuaian dalam audit internal ISO 27001 dapat berupa kontrol keamanan yang tidak dijalankan dengan benar, dokumentasi yang kurang lengkap, atau kegagalan dalam mengelola risiko. Untuk menangani ketidaksesuaian ini, perusahaan harus melakukan analisis akar penyebab, mengembangkan rencana tindakan korektif, serta memantau implementasinya untuk memastikan bahwa masalah tidak terulang kembali. Pendekatan berbasis risiko sangat penting dalam proses perbaikan ini.
Persyaratan utama dalam ISO 22000 meliputi: 1) Komitmen manajemen terhadap keamanan pangan, 2) Pengelolaan komunikasi di sepanjang rantai pasokan pangan, 3) Pendekatan berbasis risiko dalam analisis bahaya (HACCP), 4) Dokumentasi dan pencatatan yang sistematis, serta 5) Pemantauan dan pengukuran kinerja keamanan pangan.
Surat Ijin Alat & Operator

Pastikan alat dan operator di perusahaan Anda berizin resmi!

Bantu perusahaan Anda memenuhi standar K3 dengan pengurusan Surat Ijin Alat (SIA) dan Surat Ijin Operator (SIO) secara profesional. Serahkan pada tim ahli kami—cepat, legal, dan tanpa ribet.

Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan SKK dan SBU Konstruksi. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.