How can we help?

Apa tantangan terbesar dalam implementasi ISO 22000 di industri makanan dan minuman?

Image Description
Novitasari
  • 19 December 2025, 03:31
  • Updated
Tantangan terbesar dalam implementasi ISO 22000 di industri makanan dan minuman adalah memastikan seluruh rantai pasokan mematuhi standar keamanan pangan yang sama. Selain itu, perubahan regulasi pemerintah yang sering terjadi dan variasi standar keamanan pangan di berbagai negara dapat menyulitkan harmonisasi sistem. Perusahaan harus memiliki mekanisme pemantauan ketertelusuran yang kuat untuk mengatasi tantangan ini.
Was this article helpful?

93 out of 132 found this helpful

Tantangan utama dalam audit sertifikasi ISO 27001 meliputi kurangnya pemahaman tentang kontrol keamanan, ketidaksesuaian dalam kebijakan keamanan informasi, serta kesulitan dalam mengelola bukti kepatuhan. Untuk mengatasi tantangan ini, organisasi harus melakukan audit internal yang menyeluruh, memastikan dokumentasi yang lengkap, serta mengadopsi sistem pemantauan keamanan yang efektif.
Setelah memperoleh sertifikasi ISO 14001, perusahaan perlu memastikan keberlanjutannya dengan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap sistem manajemen lingkungan mereka. Ini termasuk audit internal rutin, peningkatan kesadaran karyawan, serta revisi kebijakan lingkungan sesuai dengan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Selain itu, perusahaan harus siap menghadapi audit eksternal secara periodik dari lembaga sertifikasi untuk memastikan standar terus diterapkan secara konsisten.
ISO 22000 menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang dapat memengaruhi keamanan pangan. Standar ini menggabungkan prinsip-prinsip HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dengan sistem manajemen, sehingga perusahaan dapat secara sistematis mengelola risiko kontaminasi biologis, kimia, atau fisik dalam rantai pasokan makanan. Dengan menerapkan ISO 22000, perusahaan dapat menjamin bahwa produk makanan mereka aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Faktor utama dalam pengembangan sistem manajemen mutu ISO 9001 meliputi komitmen manajemen, keterlibatan karyawan, pemantauan kinerja berbasis data, serta evaluasi berkelanjutan terhadap proses bisnis. Organisasi harus menetapkan kebijakan mutu yang selaras dengan visi strategis untuk memastikan sistem berjalan efektif.
Integrasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001 memerlukan pendekatan berbasis proses dan risiko yang selaras. Organisasi dapat menyelaraskan kebijakan, prosedur, dan audit internal untuk memastikan keseragaman dalam implementasi dan pengukuran kinerja. Penggunaan sistem manajemen terpadu (IMS) dapat membantu mengurangi duplikasi dan meningkatkan efisiensi operasional.
Surat Ijin Alat & Operator

Pastikan alat dan operator di perusahaan Anda berizin resmi!

Bantu perusahaan Anda memenuhi standar K3 dengan pengurusan Surat Ijin Alat (SIA) dan Surat Ijin Operator (SIO) secara profesional. Serahkan pada tim ahli kami—cepat, legal, dan tanpa ribet.

Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan SKK dan SBU Konstruksi. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.