How can we help?

Bagaimana cara melakukan manajemen risiko dalam penerapan ISO 45001?

Image Description
Novitasari
  • 16 December 2025, 03:13
  • Updated
ISO 45001 menuntut organisasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Manajemen risiko dapat dilakukan melalui pendekatan hierarki pengendalian, yaitu eliminasi bahaya, substitusi dengan metode lebih aman, pengendalian teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Dokumentasi dan komunikasi yang efektif juga penting untuk memastikan implementasi yang berhasil.
Was this article helpful?

93 out of 132 found this helpful

ISO 27001 membantu organisasi dalam memenuhi persyaratan GDPR dengan menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk perlindungan data pribadi, termasuk enkripsi, kontrol akses, dan kebijakan retensi data. Dengan menerapkan ISO 27001, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memiliki langkah-langkah keamanan informasi yang sesuai dengan regulasi GDPR.
Perusahaan dapat mengintegrasikan berbagai standar ISO seperti ISO 9001, 14001, dan 45001 ke dalam satu sistem manajemen terpadu. Ini dilakukan dengan menyelaraskan kebijakan, prosedur, dan audit internal agar tidak terjadi duplikasi pekerjaan. Sistem manajemen yang terintegrasi akan meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya sertifikasi, serta memperkuat tata kelola organisasi.
ISO 45001 membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan kerja dengan pendekatan berbasis risiko, keterlibatan karyawan, serta evaluasi kinerja secara berkala. Standar ini juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku.
ISO 15189 menetapkan persyaratan untuk kompetensi laboratorium medis. Tantangan utama dalam sertifikasinya termasuk implementasi sistem jaminan kualitas yang efektif, pengendalian dokumen, dan pelatihan personel laboratorium. Dibandingkan dengan CLIA (Clinical Laboratory Improvement Amendments) di AS, ISO 15189 lebih komprehensif dalam cakupan sistem manajemen mutu laboratorium.
ISO 14001 berfokus pada manajemen lingkungan dalam operasional perusahaan, sedangkan ESG mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara lebih luas. Untuk mengintegrasikan keduanya, perusahaan dapat menggunakan data dari sistem manajemen lingkungan ISO 14001 sebagai dasar dalam pelaporan ESG. Langkah-langkah seperti analisis dampak lingkungan, pengelolaan emisi karbon, dan efisiensi energi dapat diselaraskan dengan kebijakan ESG untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Surat Ijin Alat & Operator

Pastikan alat dan operator di perusahaan Anda berizin resmi!

Bantu perusahaan Anda memenuhi standar K3 dengan pengurusan Surat Ijin Alat (SIA) dan Surat Ijin Operator (SIO) secara profesional. Serahkan pada tim ahli kami—cepat, legal, dan tanpa ribet.

Dapatkan pendampingan profesional dalam pengurusan SKK dan SBU Konstruksi. Proses cepat, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.