How can we help?

Bagaimana cara mengatasi resistensi internal terhadap implementasi ISO 9001?

Image Description
Novitasari
  • 14 August 2025, 12:04
  • Updated
Resistensi internal terhadap ISO 9001 sering muncul karena kurangnya pemahaman dan ketakutan terhadap perubahan. Untuk mengatasinya, perusahaan harus melakukan pelatihan menyeluruh, melibatkan karyawan dalam proses perencanaan, serta menunjukkan manfaat nyata dari standar ini, seperti peningkatan efisiensi dan kepuasan pelanggan.
Was this article helpful?

93 out of 132 found this helpful

Dalam ISO 9001, konteks organisasi mengacu pada pemahaman tentang faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Ini mencakup pemetaan stakeholder, analisis SWOT, serta identifikasi peluang dan risiko. Memahami konteks organisasi memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi manajemen mutu dengan kebutuhan pasar dan regulasi yang berlaku.
Organisasi dapat memanfaatkan teknologi seperti software audit berbasis cloud, alat otomatisasi analisis data, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas audit internal ISO. Penggunaan teknologi dapat membantu mengurangi kesalahan manual, mempercepat pengolahan data audit, serta memberikan wawasan berbasis analitik untuk perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen.
ISO 9001 dan Total Quality Management (TQM) memiliki kesamaan dalam pendekatan peningkatan kualitas, tetapi ada perbedaan utama. ISO 9001 adalah standar yang menekankan kepatuhan terhadap persyaratan sistem manajemen mutu, sedangkan TQM adalah filosofi yang lebih luas yang berfokus pada perbaikan terus-menerus dengan partisipasi semua karyawan. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan efektivitas manajemen mutu dalam organisasi.
Hambatan budaya dalam implementasi ISO 37001 sering terjadi karena perbedaan persepsi terhadap anti-korupsi dan praktik bisnis yang berlaku di berbagai negara. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu melakukan pelatihan berbasis konteks lokal, memastikan kepatuhan terhadap hukum setempat, serta menerapkan mekanisme pelaporan anonim untuk meningkatkan efektivitas program kepatuhan anti-suap.
ISO 45001 berfokus pada sistem manajemen keselamatan kerja yang berbasis proses, sedangkan pendekatan BBS (Behavior-Based Safety) menekankan perubahan perilaku individu untuk meningkatkan keselamatan. Organisasi dapat menggabungkan keduanya dengan menggunakan ISO 45001 sebagai kerangka kerja utama, sementara BBS digunakan untuk mengidentifikasi dan mengubah perilaku berisiko di tempat kerja.
Getting started
Surat Ijin Alat & Operator

Pastikan alat dan operator di perusahaan Anda berizin resmi!

Bantu perusahaan Anda memenuhi standar K3 dengan pengurusan Surat Ijin Alat (SIA) dan Surat Ijin Operator (SIO) secara profesional. Serahkan pada tim ahli kami—cepat, legal, dan tanpa ribet.


Cut Hanti, S.Kom
Konsultasi di Whatsapp

Novitasari, SM
Konsultasi di Whatsapp